Pengaruh Revolusi Bumi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Revolusi bumi dapat diartikan sebagai pergerakan bumi mengelilingi matahari dalam satu periode. Selama mengedari matahari, ternyata sumbu bumi miring dengan arah
yang sama. kemiringan itu besarnya 23,5 derajat dari garis tegak lurus pada ekliptika. Dalam perjalanan bumi dari 21 maret-21 juni, kutub utara kelihatan makin condong ke arah matahari. Sebaliknya, kutub selatan makin condong menjauhi matahari. Oleh karena itu belahan bumi utara mengalami musim semi, dan belahan bumi selatan mengalami musim gugur.Sementara itu belahan bumi utara mengalami siang hari yang lebih panjang dari malam harinya. Sedangkan belahan bumi selatan mengalami siang yang lebih pendek dari malamnya. Baca juga: Teori tempat sentral christaller

Dari tanggal 21 juni-23 september kecondongan kutub utara ke arah matahari semakin kurang dan sebaliknya kecondongan kutub selatan makin bertambah.Oleh karena itu belahan bumi utara mengalami musim panas dan belahan bumi selatan selatan mengalami musim dingin. Bersamaan dengan itu belahan bumi utara mengalami siang yang lebih pendek tetapi masih lebih lama dari malam hari. Sebaliknya belahan bumi selatan mengalami siang yang lebih panjang, tetapi masih tetap lebih pendek dari malam hari.
dari tanggal 23 september - 21 desember kutub utara kelihatan lebih condong menjauhi matahari, dan kutub selatan makin condong ke arah matahari. Oleh karena itu belahan bumi utara mengalami musim gugur dan belahan bumi selatan mengalami musim semi. sementara itu belahan bumi utara mengalami siang makin lebih pendek dari malam hari, sedangkan belahan bumi selatan mengalami siang yang makin lebih panjang dari malam harinya. Baca juga: Menghitung titik episentrum gempa
Dari tanggal 21 desember-21 maret kecondongan kutub utara ke arah matahari makin bertambah, sedangkan kecondongan kutub selatan makin berkurang. Oleh karena itu, belahan bumi utara mengalami musim dingin dan belahan bumi selatan mengalami musim panas. Bersamaan dengan itu belahan bumi utara mengalami siang yang makin panjang tetapi masih tetap lebih pendek dari malam harinya. Sebaliknya belahan bumi selatan mengalami siang yang makin pendek tetapi masih tetap lebih panjang dari malamnya. Tepat pada tanggal 21 maret dan 23 september baik kutub selatan maupun kutub utara sama jauhnya dari matahari. Hanya letak bumi pada orbit nya berseberangan. Pada kedua tanggal ini panjang siang dan malam sama diseluruh permukaan bumi. Baca juga: Sebaran flora fauna wilayah perairan
Peredaran bumi ini tidak dapat kita saksikan dan yang  terlihat ialah seakan-akan matahari lah yang bergeser dari khatulistiwa ke 23,5 derajat LU kembali ke khatulistiwa terus ke 23,5 derajat LS dan kembali lagi ke khatulistiwa.
Revolusi Bumi
Kedudukan matahari paling utara yang dicapai pada tanggal 21 juni ialah garis 23,5 derajat LU. Mengapa? sesudah tiba di garis lintang ini matahari balik ke arah selatan . karenanya 23,5 derajat LU dinamakan Garis Balik Utara. Jika demikian yang manakah garis balik selatan?. Sebenarnya pergantian musim tersebut di atas tidak dialami oleh seluruh muka bumi tetapi hanya oleh bagian bumi di sebelah utara Garis Balik Utara dan disebelah selatan Garis Balik Selatan. 

Baca juga:
Menghitung skala foto inderaja
Kualitas, kecerahan dan salinitas air laut
Teori-teori penciptaan alam semesta
tempat-tempat dibagian bumi tersebut diatas tidak pernah mengalami matahari tepat tegak lurus di atasnya. Selama enam bulan siangnya lebih panjang dari malamnya. malahan daerah sekitar kutub utara atau selatan mengalami siang selama enam bulan terus menerus. Pada tanggal 21 maret kutub utara menyaksikan matahari terbit  mencapai titik tertinggi pada tanggal 21 juni, kemudian turun perlahan-lahan dan terbenam pada tanggal 23 september. Bagaimana pula kutub selatan selama jangka waktu ini?.
Tempat-tempat yang terletak antara 23,5 derajat LU dan 23,5 derajat LS mengalami matahari tepat diatasnya dua kali dalam setahun. Bagian ini tidak mengalami pergantian keempat musim diatas.
Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat dua akibat revolusi bumi dengan kemiringan porosnya yang selalu searah. Pertama ialah pergantian musim, kedua adalah perubahan lamanya siang dan malam. Akibat revolusi bumi lain ialah terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan. setiap rasi bintang terlihat pada saat dan tempat yang sama. Oleh karena itulah petani dan pelaut zaman dulu menggunakan rasi bintang sebagai permulaan musim. Baca juga: Info kode promo quipper video terbaru
Rasi Ursa Mayor di Langit Utara
Sumber dan Gambar:
BSE Geografi SMA X
Bumi dan Antariksa
Encarta
disini
disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak